Islamic Hijri Calendar Widget – Cute Little Muslim – Alhabib Islamic Web Service and Accessories.
Filed under: Sebentuk Hidup | Leave a Comment »
Today is a step to you…
Hei, seems long time I’m not writing to this blog… ~kangen~
My life changes after all:
#2009, I got a challenges to continued my study in Master of Geophysics Reservoir…and guess what…? Someone found me ^_^ He is a nice guy, with little temperament, not also a sensitive guy but also romantic…He cooks for me, washing my dresses, and not shy when he should clean the house in one day when I have many ‘busy-work-study’ to do around me …arrgghh…But honestly, I grateful to Allah who sent him to me and complete my life…You have to agree with me, didn’t you…We never aware that Allah always care of our lives… ^_^ thanks God…
This is small and is the new BIG…
Today…
We went to book store, bought some books, and sport stuff… This is small things for our health…
And suprised us…there was a classic guitar, black with the booster, and ‘gading’ around it…This is a nice guitar and He loves it.
He asked me could he own the guitar or not…and his eyes couldn’t pass by the guitar…hmm…This is small and ‘yes’ is the new BIG. So I said YES and I felt that I have sent a miracle to his eyes which I wouldn’t forget. I love You so, Dear… ^_^ And I much Love Allah, grateful for sent you to me… I never forget the way when you see this life so simply…
This is small and “YES”, Small is the new BIG…
#For the last… Ya…that is it! I asked cashier for the book and a woman cashier showed me the book with a title “Small is The New Big” … This is it! I found why I am so happy with the small things that bring miracle ^_^
~now, I have to value every small things in my life…and enjoy a piece of word arranged become my thesis~InsyaAllah…Don’t forget to pray for me ya…
~Innallaha Ma Ana~
Filed under: Sebentuk Hidup | Tagged: big, life, new, small, spirit | Leave a Comment »
Sinetron seringkali membuat jenuh, -karena ditulis dengan sistematis/susunan yang sama barangkali- atau juga dengan skenario yang monoton. Kalau bukan tentang seorang anak yang diceritakan hidup sebatang kara dan kemudian bertemu atau diangkat oleh orang kaya yang sombong, atau kalau tidak tentang si orang kaya yang mencintai orang miskin dan mendapat pertentangan keras dalam keluarga besarnya-hebatnya lagi, dalam sinetron, hidup orang Indonesia sangat Rruar biasa penggambarannya. Keseharian orang kaya tersebut sangat berlebihan; rumah layak istana mungkin saja bisa sesuai tetapi untuk masalah dandanan jangan ditanya. Tidur pun tampak pemeran orang kaya tersebut menggunakan make-up. Mungkin juga saya salah, kehidupan orang kaya di Indonesia layak ditulis demikian. Namun, apabila membandingkan dengan serial drama dari Friends, Dawsons Creek, etc kok bisa sangat natural ya.
Karena bukan penggemar sinetron, salah satu di antara sinetron-sonetron yang marak di pertelevisian di negara RI, adalah sinetron CucuMenantu yang menjadi perhatian saya. Awal menonton ‘film’ ini, prasangka mengatakan bahwa ‘film’ ini hanya terdiri 2 seri; layaknya ‘film-film’ popcorn. Namun, prasangka saya keliru, ‘film’ yg dimaksud adalah ‘sinetron’ yang tentunya akan bercerita panjang dari malam ke malam. Saat ini, layaknya sinetron-sinetron yang borink dan membosankan itu…tampaknya sinetron”CucuMenantu” ini mulai memperlihatkan gejalanya. Dimunculkan tokoh2 baru yang nantinya akan merecoki hubungan 2 tokoh-yakni tokoh utama fina sebagai ‘cucumenantu’ dan fachri suaminya-. Nah sudah nebak kan bakalan selama apa sinetron ini ditayangkan? Bisa jadi ribuan episode seperti CintaFitri; ada CintaFitri 1, 2, … Aah kenapa komersial itu sangat rakus ya? pada akhirnya akan mengurangi kreatifitas dalam berproduksi. Yang dituntut harus sesuai dengan selera ‘ibu-ibu’ yang nontonlah…yang pasti acara tangis-tangisan pasti akan ada dalam setiap kisah sinetron. Jadi saudara-saudara, selamat menikmati sinetron yang bakal panjang dan menyita ribuan jam dari waktu-waktu dalam hidup anda… ;D Kayaknya i’m out of this…cari film ‘bajakan’ aja deh kayaknya~lebih berbobot…hehe/
Filed under: Sebentuk Hidup | 1 Comment »